Pencak Silat Menuju Olimpiade
Pencak silat budaya bangsa, semboyan ini lah yang selalu di
nyanyikan oleh bangsa indonesia pada setiap event pencak silat. Bagaimana tidak,
pencak silat yang awalnya bela diri rakyat kecil atau kaum budak pada saat
zaman penjajahan Belanda, kini sudah berubah menjadi bela diri semua kalangan
tanpa terkecuali anak kecil. Pada jaman Belanda pencak silat tidak bisa
berkembang sama sekali, karena pada pemerintahan Belanda semua orang indonesia
yang belajar bela diri harus dibunuh, karena akan membahayakan pihak Belanda. Membahayakan
seperti apa? Kalau mereka belajar bela diri, nantinya mereka akan berani
melawan Belanda.
Makanya
pada zaman VOC di setiap pesantren pasti ada bela diri pencak silat, selain
untuk membela diri dan juga keluarga, pada zaman itu pencak silat pun dianggap
dapat melawan para penjajah Belanda. Tapi bukan hal yang mudah juga untuk
belajar pencak silat pada zaman Belanda, walaupun dipesantren sudah ada. Mereka
yang belajar pencak silat harus latihan di tengah hutan pada waktu tengah
malam. Kenapa mereka lakukan hal itu? Supaya mata-mata VOC tidak melihat, kalau
mata-mata VOC melihat ada orang indonesia yang belajar pencak silat, maka akan
ditangkap dan juga di bunuh oleh pemerintah Belanda.
Sudah
banyak para pendekar pencak silat yang berhasil mengalahkan para penjajah dan
sudah banyak juga para pendekar yang mati sia-sia karena di adu domba oleh para
penjajah. Bagaimana bisa? Yaa.. pada zaman VOC semua pendekar pencak silat dibunuh
satu persatu oleh centeng-centeng Belanda, mereka memberikan imbalan kepada
pendekar pencak silat juga dengan catatan berhasil membunuh pendekar yang
melawan pemerintahan Belanda pada saat itu. Seharusnya kalau mereka sadar,punya
hati, pasti para pendekar tidak akan saling bunuh membunuh hanya untuk
mendapatkan imbalan tetapi negara mereka dijajah oleh negara lain. Miris memang
melihat para jawara pencak silat yang mati sia-sia karena di adu domba dan juga
dibayar dengan koin emas. Andai saja mereka tidak diadu domba oleh Belanda,
pasti negara kita sudah merdeka sejak lama, tanpa harus menunggu sampai 17 agustus 1945.
Setelah rezim
kekuaasan Belanda runtuh selama 3,5 abad lamanya, barulah pencak silat di
indonesia maju dengan masuknya Jepang. Jepang bukan tanpa alasan masuk ke
indonesia, mereka ingin mencari dukungan kepada bangsa Indonesia untuk melawan
para sekutu mereka, sampai akhirnya pemerintah Jepang membebaskan bela diri
pencak silat untuk berkembang dan maju di Indonesia. Tapi tidak sampai disitu
saja, Jepang mempunyai syarat yang harus dijalankan oleh pemerintah Indonesia
pada saat itu jikalau ingin pencak silat berkembang dan maju. Apa syaratnya? Syaratnya
ialah setiap pendekar yang ada pada perguruan silat itu nantinya harus
mengikuti wajib militer guna mempertahankan negara Indonesia. Padahal itu hanya
siasat Jepang agar dapat mendapat dukungan ketika melawan sekutu.
Di jaman
Jepang mulai banyak perguruan pencak silat yang lahir, yang tadinya hanya
beberapa saja pada saat pemerintahan Belanda, saat pemerintahan Jepang menjadi
banyak sekali. Kalau kata kita sekarang mah kaya aji mumpung gitu lah. Jepang akhirnya
di pukul mundur oleh bangsa Indonesia, mereka akhirnya mengetahui siasat busuk
yang dilakukan oleh pemerintah Jepang kepada bangsa Indoesia yang awalnya
mereka bilang ingin membantu memerdekakan Indonesia. 3,5 tahun lamanya Jepang
menjajah, sangat lama dan bahkan lebih lama dari pada Belanda. Kenapa begitu? Karena
pada jaman penjajahan Jepang lah bangsa Indonesia benar-benar merasakan
kesengsaraan yang luar biasa. Salah satunya adalah Romusha atau bangsa
indonesia yang dijadikan pekerja paksa oleh Jepang.
Tetapi masa
kelam itu sudah berlalu, sudah 71 tahun Indonesia merdeka dan sudah selama itu
pula pencak silat semakin maju dari waktu ke waktu. Pada tahun 1987 lah
akhirnya pencak silat di pertandingan pada ajang terbesar Sea Games XIV di
Busan Korea Selatan. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia,
Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai
dengan penyebaran suku bangsa Melayu Nusantara. Berkat peranan para pelatih
asal Indonesia, kini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh.
Induk organisasi pencak silat di Indonesia
adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi
federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah Persekutuan Pencak
Silat Antara Bangsa (Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura (PERSISI),
Malaysia (PESAKA)dan Brunei Darussalam. Dari PERSILAT ini lah yang akhirnya membuat
pencak silat dapat ikut serta dalam ajang Sea Games. Lalu apakah pencak silat
bisa sampai ke Olimpiade? Yaa tentu saja bisa. Bang Sarbini selaku Ketua IPSI
Jakarta Pusat mengatakan bahwa pencak silat dapat ikut serta dalam gelaran
olimpiade.
Bang
Sarbini sangat yakin kalau nantinya pencak silat akan dapat menjadi salah satu
olahraga yang dipertandingkan pada gelaran olimpiade. Asalkan negara peserta
olimpiade setuju kalau pencak silat masuk sebagai cabang olahraga yang akan
dipertandingkan. “Kalau dulu kan waktu mau
sea games syaratnya negara asia harus mengakui dan mau menerima pencak silat
sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan, makanya dibentuklah PERSILAT itu.
Nah kalau sekarang juga bisa dibentuk organisasi pencak silat dunia agar pencak
silat dapat dipertandingkan di olimpiade” ungkap Bang Sarbini.
Tak jauh
beda dengan Bang Mamay selaku pelatih pencak silat, ia mengatakan bahwa pencak
silat dapat ikut dalam pagelaran olimpiade nantinya, asalkan pemerintah
Indonesia mendukung dan juga negara peserta olimpiade mendukung juga. Bang Mamay
mengatakan bahwa Indonesia selalu siap dalam ajang apapun pada setiap kejuaraan
pencak silat, baik itu kejuaraan Nasional maupun Internasional semisal Sea
Games. “ya kalau saya sih selalu percaya sama atlit saya, karena mereka sudah
banyak berlatih,jam terbang juga udah sangat mumpuni lah kalau mau bertanding
pada event sebesar olimpiade”.
Selain itu
juga, Bang Mamay menambahkan bahwa resep keberhasilan para atlit pencak silat Indonesia
menjuarai sea games tak terlepas dari peran pemerintah yang mendukung mereka
dalam bernading dan juga mereka merasa bangga serta mempunyai tanggung jawab
yang besar karena membela negara Indonesia. “saya sangat senang dengan dukungan
yang diberikan oleh pemerintah kepada para atlit yang bernading, mereka menjadi
bersemangat dan percaya diri. Apalagi mereka ada rasa kebanggan yang sangat
tinggi karena membela Indonesia, jadinya mereka bisa dapet hasil yang
membanggakan buat negara yaitu menjadi juara”.
Yang terpenting
adalah peran pemerintah disini untuk terus mendukung pencak silat agar dapat
menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada pagelaran olimpiade
kedepannya. Selain mendukung secara moral, dukungan finansial juga utama karena
untuk terciptanya atlit-atlit berprestasi yang nantinya akan membuat bangga
negara Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar