Kamis, 23 Juni 2016

Pedagang Pasar yang Mengganggu Ketertiban Umum




Pedagang Pasar yang Mengganggu Ketertiban Umum

            


         Mohammad Syakir mengatakan bahwa masalah yang timbul karena para pedagang tidak mau mengikuti aturan yang sudah berlaku pada pasar klender. ”Padahal kita sudah menyiapkan kios kosong untuk para pedagang berjualan di dalam pasar dan juga untuk 3 bulan pertama hanya dikenakan biaya listrik saja tanpa biaya kios” ungkapnya. Tetapi ya namanya pedagang banyak alesan ini itu lah, padahal dari pihak pasar sudah memberikan fasiitas kepada para pedagang pasar klender.
          Andi selaku pedagang mengatakan bahwa pihak pasar tidak komitmen dalam memberikan janji, mereka menuturkan bahwa “pihak pengelola pasar tidak komitmen dalam memberikan janji, bagaimana tidak.. awalnya mereka bilang kita hanya membayar listrik saja selama 3 bulan pertama, tetapi belum sampai 3 bulan kami selaku pedagang sudah dimintai biaya oleh pihak pengelola pasar”. Para pedagang lain juga menuturkan hal yang sama, tetapi mereka juga menambahkan kalau omset lebih besar ketika mereka berjualan di luar pasar “pembeli sangat banyak sekali ketika saya berjualan di luar dibanding ketika saya berjualan di dalam pasar”.
          Saat ditanya apakah mereka tau bahwa berjualan di luar ini resikonya akan selalu mendapat razia dan menggangu ketertiban umum.  Pak Andi bilang bahwa para pedagang termasuk pak andipun sudah terbiasa dengan razia yang dilakukan oleh Satpol PP Kelurahan Jatinegara. “kami sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, yang penting omset keuntungan kami meningkat pada saat berjualan diluar dan juga untuk membayar lapaknya tidak terlalu mahal”.
          Ani selaku pembeli dan pejalan kaki menuturkan bahwa ”para pedagang sangat mengganggu sekali dengan mereka berjualan di luar pasar, karena membuat jalanan macet, sampah berserakan dimana-mana dan juga sangat membahayakan keselamatan para pedagang, walaupun memang harga pedagang diluar lebih murah dari pada pedagang yang didalam, tetapi hal itu sangat menggagu ketertiban umum”
          Ani juga berharap agar pihak pasar dapat mengerti kondisi para pedagang “saya harap pihak pengelola pasar dapat mengerti kondisi pedagang, kondisi keuangan mereka. Karena yang namanya pedagang kan tidak bisa kita tau berapa keuntungan dan kerugian dalam mereka berjualan, emangnya pegawai, udah tau tiap bulan dapet penghasilan segitu. Lah kalo pedagang kan gak bisa tau” .  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar