Pedagang Pasar
yang Mengganggu Ketertiban Umum
Mohammad Syakir mengatakan bahwa
masalah yang timbul karena para pedagang tidak mau mengikuti aturan yang sudah
berlaku pada pasar klender. ”Padahal kita sudah menyiapkan kios kosong untuk
para pedagang berjualan di dalam pasar dan juga untuk 3 bulan pertama hanya
dikenakan biaya listrik saja tanpa biaya kios” ungkapnya. Tetapi ya namanya
pedagang banyak alesan ini itu lah, padahal dari pihak pasar sudah memberikan
fasiitas kepada para pedagang pasar klender.
Andi
selaku pedagang mengatakan bahwa pihak pasar tidak komitmen dalam memberikan
janji, mereka menuturkan bahwa “pihak pengelola pasar tidak komitmen dalam
memberikan janji, bagaimana tidak.. awalnya mereka bilang kita hanya membayar
listrik saja selama 3 bulan pertama, tetapi belum sampai 3 bulan kami selaku
pedagang sudah dimintai biaya oleh pihak pengelola pasar”. Para pedagang lain
juga menuturkan hal yang sama, tetapi mereka juga menambahkan kalau omset lebih
besar ketika mereka berjualan di luar pasar “pembeli sangat banyak sekali
ketika saya berjualan di luar dibanding ketika saya berjualan di dalam pasar”.
Saat
ditanya apakah mereka tau bahwa berjualan di luar ini resikonya akan selalu
mendapat razia dan menggangu ketertiban umum. Pak Andi bilang bahwa para pedagang termasuk
pak andipun sudah terbiasa dengan razia yang dilakukan oleh Satpol PP Kelurahan
Jatinegara. “kami sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, yang penting omset
keuntungan kami meningkat pada saat berjualan diluar dan juga untuk membayar
lapaknya tidak terlalu mahal”.
Ani
selaku pembeli dan pejalan kaki menuturkan bahwa ”para pedagang sangat
mengganggu sekali dengan mereka berjualan di luar pasar, karena membuat jalanan
macet, sampah berserakan dimana-mana dan juga sangat membahayakan keselamatan para
pedagang, walaupun memang harga pedagang diluar lebih murah dari pada pedagang
yang didalam, tetapi hal itu sangat menggagu ketertiban umum”
Ani
juga berharap agar pihak pasar dapat mengerti kondisi para pedagang “saya harap
pihak pengelola pasar dapat mengerti kondisi pedagang, kondisi keuangan mereka.
Karena yang namanya pedagang kan tidak bisa kita tau berapa keuntungan dan kerugian
dalam mereka berjualan, emangnya pegawai, udah tau tiap bulan dapet penghasilan
segitu. Lah kalo pedagang kan gak bisa tau” .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar